Depok - Pembangunan Keluarga dalam pendekatannya salah satunya kepada keluarga yang memiliki kesertaan ber-KB Lestari MKJP dan KB Mandiri MKJP yang aktif dalam perekonomian dan kemandirian keluarga. Melalui usaha mikro keluarga, masyarakat dihadapkan dengan pelaku usaha dari keluarga yang dapat meningkatkan pendapatan keluarga untuk memenuhi kebutuhan dasar dari setiap keluarga maupun kelompok usaha dalam pengembangan usaha berbasis wirausaha.
Usaha yang dapat dilakukan bagi rumah tangga salah satunya ialah ternak ayam, memang ternak ayam sudah menjadi primadona bagi masyarakat dilingkup rumah tangga untuk berusaha, tetapi terkadang mereka tidak memperhatikan kondisi ayam, makanannya, dan lingkungannya. Padahal, sangat penting untuk memperhatikan kondisi ternak ayam agar bisa tumbuh dengan baik, menghasilkan telur dan berkembang biak dengan sehat.
Menurut Praktisi dan Konsultan Budidaya Ayam, Bagus Widiatmoko, S.Pt menjelaskan bagaimana cara menyiapkan kandang, bibit, “Menyiapakan kandang salah satu hal yang penting dapat dilakukan dengan 1) bahan kandang tidak boleh korosif dan tahan lama, 2) usahakan membujur dari timur ke barat, 3) posisi kandang harus lebih tinggi dari sekitar, 4) Didesain untuk mudah dibersihkan, 5) pastikan sirkulasi udara sekitar kapasitas, 6) buat ukuran kandang sesuai kapasitas, 7) disarankan menggunakan tipe close house. Lalu, untuk bibit bisa kita beli di perusahaan pembibitan atau bisa menghasilkan bibir sendiri dengan mengawinkan bibit sendiri, bisa juga memperhatikan cek jumlah bibit yang dibeli, periksa kondisi kesehatan, ambil sampel kemudian timbang beratnya, beri air gula dan multivitamin, jelasnya pada kegiatan Sosialisasi Ternak Ayam Berskala Rumah Tangga Bagi Keluarga Akseptor Yang Tergabung Dalam Kelompok UPPKS di Depok, Jawa Barat pada 27 Juli 2020 melalui media daring Zoom.
Bagus melanjutkan, “Untuk pakan ayam terdapat manajemen pemberian 1) umur 0-2 bulan diberikan full pakan broiler (ad libitum), 2) umur 2-4 bulan diberikan pakan broiler campur dedek dan jagung ( ad libitum 1:3:1), 3) umur 4-6 bulan berikan pakan layer campur jagung (7-8 gram 1:2), 4) umur 6 bulan keatas diberikan pakan layer campur jagung (85 gram 1:1). Selain itu, perhatikan pula manajemen penyimpanannya dengan simpan dalam keadaan kering, lebih tinggi dari lantai, first in first out (FIFO), tidak boleh disimpan lebih dari 1 minggu, dan terapkan pest control. Kesehatan pun wajib sekali diutamakan dengan pemberian vitamin, semprot desinfektan dan insektisida, berikan vaksinasi dan rutin pembersihan kandang”, tambahnya
Saat ini banyak masyarakat yang mengeluhkan mengenai ketersediaan lahan untuk kandang ternak ayam, karena kondisi rumah yang sudah padat penduduk menjadi permasalahan utama. Untuk itu, terdapat solusi dengan kandang portabel yang bisa digunakan secara mobile dan di pindah-pindah.
Inisiator Kandang Portabel sekaligus Penulis Buku Peternakan dan Pertanian, Titut Wibisono, mengungkapkan “Kandang ayam portable dapat digunakan dirumah dan bisa diletakkan dimana-mana. Cara untuk membuat kadang dapat dilakukan dengan menentukan jenis material kayunya, menentukan ukuran kandangnya agar tidak berlebihan belanja material, siapkan alat dan materialnya seperti gergaji, palu, dan melihat design di internet. Untuk ukuran kandang bisa sesuai kondisi, jika hanya ingin memamahbiakkan saja maka dengan ukuran 1 meter x 80 cm bisa diisi ayam dua betina dan satu jantan. Jika untuk mendapat daging bisa isi sekitar 10 ekor ayam dengan ukuran yang sama” jelasnya.
Melalui kegiatan ini Deputi Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga, Dr. dr. M.Yani, M.Kes, PKK berharap bisa terus mencari model-model usaha yang bisa dikembangkan dalam skala yag lebih luas dari kegiatan UPPKS. Hal ini agar masyarakat bisa terus menggerakkan perekonomian masyarakat, didaerah dan mitra secara bersama-sama meningkatkan upaya peningkatan usaha terutama bagi akseptor dan terus melakukan terobosan-terobosan.
Kegiatan ini dilakukan melalui media daring Zoom dengan 500 orang peserta dan Youtube BKKBN Official lebih dari 3000 peserta. Narasumber pada kegiatan ini Praktisi dan Konsultan Budidaya Ayam, Bagus Widiatmoko, S.Pt, Inisiator Kandang Portabel sekaligus Penulis Buku Peternakan dan Pertanian, Titut Wibisono, Deputi Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga, Dr. dr. M.Yani, M.Kes, PKK. Kegatan ini di hadiri oleh Anggota Kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA). (adm)
Sumber : www.bkkbn.go.id